Doomscrolling: Fenomena Digital yang Menggerogoti Ketenangan Jiwa

black android smartphone showing instagram and gmail application
Photo by Deyvi Romero on Pexels.com

Dalam era digital yang serba cepat dan serba terhubung, kita tidak asing lagi dengan istilah “doomscrolling atau doomsurfing” Fenomena ini merujuk pada kebiasaan seseorang terus-menerus menggulir dan membaca berita buruk, berita negatif, atau konten yang memicu kecemasan secara berulang-ulang melalui perangkat digital, terutama media sosial dan platform berita online. Meski tampaknya sepele, doomscrolling memiliki dampak psikologis yang cukup signifikan dan mempengaruhi kesehatan mental serta kesejahteraan emosional seseorang.

Asal Usul dan Definisi Doomscrolling

Doomscrolling berasal dari kata “doom” yang berarti malapetaka atau kehancuran, sedangkan “scrolling” merujuk pada aksi menggulir layar secara vertikal. Fenomena ini mulai menjadi perhatian luas sejak munculnya media sosial dan platform berita yang melayani konten secara real-time dan tak terbatas. Ketika pengguna mulai merasa cemas, takut, atau penasaran terhadap berita buruk, mereka sering kali terjebak dalam lingkaran tanpa akhir dari membaca berita yang semakin memperburuk keadaan emosional mereka.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terjebak dalam doomscrolling:

  1. Kebutuhan akan Informasi: Di tengah ketidakpastian dunia yang kian kompleks, banyak orang merasa perlu selalu mendapatkan informasi terbaru, terutama terkait isu yang menyangkut kesehatan, politik, ekonomi, atau bencana alam.
  2. Rasa Takut dan Kecemasan: Ketakutan terhadap masa depan atau ketidakpastian sering kali mendorong individu untuk mencari berita yang terkait dengan ketakutan tersebut, walaupun itu justru memperburuk kondisi mental mereka.
  3. Kebiasaan dan Ketergantungan Digital: Media sosial dan aplikasi berita dirancang untuk memancing interaksi dan membuat pengguna terus menggulir tanpa sadar bahwa mereka telah menghabiskan waktu berjam-jam.
  4. FOMO (Fear of Missing Out): Rasa takut ketinggalan informasi penting mendorong orang untuk terus memantau berita terbaru, meskipun kontennya bersifat negatif.

Dampak Psikologis dan Kesehatan Mental

Doomscrolling tidak hanya menghabiskan waktu, tetapi juga menimbulkan berbagai efek negatif yang signifikan, di antaranya:

  • Kecemasan dan Depresi: Paparan berlebihan terhadap berita buruk meningkatkan tingkat kecemasan dan dapat memperparah depresi. Ketika fokus utama adalah berita buruk, otak cenderung memproduksi hormon stres seperti kortisol yang berkepanjangan.
  • Perasaan Tidak Berdaya: Terus-menerus membaca tentang masalah global atau nasional yang tampaknya tidak memiliki solusi dapat membuat seseorang merasa tidak berdaya dan putus asa.
  • Gangguan Tidur: Menggunakan perangkat digital sebelum tidur dan terjebak dalam berita buruk dapat mengganggu pola tidur dan menyebabkan insomnia.
  • Penurunan Produktivitas: Waktu yang dihabiskan untuk doomscrolling bisa mengurangi fokus dan produktivitas, serta mengganggu rutinitas harian.

Cara Mengatasi dan Mengurangi Doomscrolling

Mengurangi kebiasaan ini bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan kesadaran dan langkah-langkah tertentu, kita dapat meminimalisir dampaknya:

  1. Batasi Waktu Penggunaan Media Sosial: Tentukan jadwal khusus untuk memeriksa berita dan hindari membuka aplikasi secara sembarangan.
  2. Kurangi Paparan Berita Negatif: Ikuti sumber berita yang seimbang dan hindari terus-menerus mengikuti akun yang hanya menyajikan konten negatif.
  3. Fokus pada Kegiatan Positif: Alihkan perhatian ke kegiatan yang menenangkan dan menyenangkan seperti berolahraga, membaca buku, atau bermeditasi.
  4. Berita dengan Sumber Terpercaya: Pastikan berita yang diakses berasal dari sumber yang kredibel dan terverifikasi, sehingga tidak mudah terperangkap dalam disinformasi.
  5. Gunakan Teknologi dengan Bijak: Manfaatkan fitur pengingat waktu dan mode fokus pada perangkat untuk mengurangi kebiasaan menggulir tanpa sadar.
  6. Bangun Kesadaran Emosional: Sadari perasaan dan reaksi emosional terhadap konten yang dibaca. Jika merasa cemas atau stres, hentikan dan lakukan aktivitas relaksasi.
Kesimpulan

Doomscrolling adalah fenomena yang muncul sebagai hasil dari kecanggihan teknologi dan kebutuhan manusia akan informasi. Namun, jika tidak diatur dengan baik, kebiasaan ini dapat menggerogoti kesehatan mental dan kesejahteraan emosional kita. Dengan kesadaran diri, pengelolaan waktu, dan pemilihan konten yang sehat, kita dapat melindungi diri dari dampak negatif doomscrolling dan menciptakan kehidupan digital yang lebih sehat dan seimbang.

Ingatlah, informasi adalah alat, bukan beban. Kendalikan penggunaan digitalmu sebelum digital itu yang mengendalikan dirimu.

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi dunia dan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top